AW-Jakarta : Unsur kepemimpinan yang paling
utama adalah As sam'u (mendengar), unsur tersebut sangat melekat dalam job-nya
intelijensi seseorang. Dengan mendengarkan dan melihat, persoalan yang dihadapi dapat
dicerna dan ditelaah dengan baik. Sehingga dapat dirumuskan langkah antisipasi
yang tepat oleh pemimpin dalam mempersatukan umat.
Oleh karena
itu, kehadiran bulan penuh berkah ini dapat dimaknai untuk menjadi individu
yang lebih baik. Terutama dalam mengembangkan nilai kepemimpinan sesuai yang
disyariatkan dalam agama Islam.
Terdapat lima hal utama untuk menjadi pemimpin yang baik yakni
- As sam'u (mendengarkan),
- Ta'at (ketaatan),
- Jihad (semangat berjuang),
- Hijrah (perubahan)
- Jama'ah (bersatu)
Jika kelima unsur ini terpenuhi, maka akan melahirkan
sifat kepemimpinan yang baik.
Dijelaskan bahwa jika unsur kepemimpinan tersebut tidak terpenuhi, maka perdamaian berpotensi akan lepas dari tiap individu manusia. Allah menguji setiap bangsa untuk saling bersatu dalam barisan melalui pemimpin yang baik. Jika persatuan tidak terbentuk, maka potensi kerawanan dan perpecahan dapat terjadi.
Dijelaskan bahwa jika unsur kepemimpinan tersebut tidak terpenuhi, maka perdamaian berpotensi akan lepas dari tiap individu manusia. Allah menguji setiap bangsa untuk saling bersatu dalam barisan melalui pemimpin yang baik. Jika persatuan tidak terbentuk, maka potensi kerawanan dan perpecahan dapat terjadi.
"Melalui momentum ramadhan, marilah kita bersama menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga jamaah kita dan kebangsaan kita",(AW)


