MEMAKNAI KEPEMIMPINAN PADA BULAN RAMADHAN - ARTIKEL WANDI

ARTIKEL WANDI

UNTUK PERSATUAN DAN KESATUAN

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Sabtu, 30 Mei 2015

MEMAKNAI KEPEMIMPINAN PADA BULAN RAMADHAN




AW-Jakarta : Unsur kepemimpinan yang paling utama adalah As sam'u (mendengar), unsur tersebut sangat melekat dalam job-nya intelijensi seseorang. Dengan mendengarkan dan melihat, persoalan yang dihadapi dapat dicerna dan ditelaah dengan baik. Sehingga dapat dirumuskan langkah antisipasi yang tepat oleh pemimpin dalam mempersatukan umat.
 Oleh karena itu, kehadiran bulan penuh berkah ini dapat dimaknai untuk menjadi individu yang lebih baik. Terutama dalam mengembangkan nilai kepemimpinan sesuai yang disyariatkan dalam agama Islam.

Terdapat lima hal utama untuk menjadi pemimpin yang baik yakni

  1. As sam'u (mendengarkan), 
  2. Ta'at (ketaatan),    
  3.  Jihad (semangat berjuang),
  4.  Hijrah (perubahan) 
  5. Jama'ah (bersatu)

Jika kelima unsur ini terpenuhi, maka akan melahirkan sifat kepemimpinan yang baik.
Dijelaskan bahwa jika unsur kepemimpinan tersebut tidak terpenuhi, maka perdamaian berpotensi akan lepas dari tiap individu manusia. Allah menguji setiap bangsa untuk saling bersatu dalam barisan melalui pemimpin yang baik. Jika persatuan tidak terbentuk, maka potensi kerawanan dan perpecahan dapat terjadi.

"Melalui momentum ramadhan, marilah kita bersama menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga jamaah kita dan kebangsaan kita",(AW)




AW-Jakarta : Unsur kepemimpinan yang paling utama adalah As sam'u (mendengar), unsur tersebut sangat melekat dalam job-nya intelijensi seseorang. Dengan mendengarkan dan melihat, persoalan yang dihadapi dapat dicerna dan ditelaah dengan baik. Sehingga dapat dirumuskan langkah antisipasi yang tepat oleh pemimpin dalam mempersatukan umat.
 Oleh karena itu, kehadiran bulan penuh berkah ini dapat dimaknai untuk menjadi individu yang lebih baik. Terutama dalam mengembangkan nilai kepemimpinan sesuai yang disyariatkan dalam agama Islam.

Terdapat lima hal utama untuk menjadi pemimpin yang baik yakni

  1. As sam'u (mendengarkan), 
  2. Ta'at (ketaatan),    
  3.  Jihad (semangat berjuang),
  4.  Hijrah (perubahan) 
  5. Jama'ah (bersatu)

Jika kelima unsur ini terpenuhi, maka akan melahirkan sifat kepemimpinan yang baik.
Dijelaskan bahwa jika unsur kepemimpinan tersebut tidak terpenuhi, maka perdamaian berpotensi akan lepas dari tiap individu manusia. Allah menguji setiap bangsa untuk saling bersatu dalam barisan melalui pemimpin yang baik. Jika persatuan tidak terbentuk, maka potensi kerawanan dan perpecahan dapat terjadi.

"Melalui momentum ramadhan, marilah kita bersama menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga jamaah kita dan kebangsaan kita",(AW)

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here

Pages