AW. Jihad ( جهاد ) menurut syariat Islam adalah "berjuang dengan sungguh-sungguh" (Man Jadda Wajadda). Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din (diartikan sebagai agama) Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di muka bumi dengan damai dan saling mengasihi (Sifat Rahman dan Rahim). Namun dalam berjihad, Islam melarang pemaksaan dan kekerasan.
Secara Leterlek kita harus memahami apa itu Agama. Dilihat secara Theologi Defenisi AGAMA itu terdiri dari dua kata yang pertama A (artinya Tidak) yang kedua Gama (artinya Kacau) jika kita gabungkan maka Agama memiliki defenisi Tidak Kacau.
Manusia yang terutus kepermukaan bumi ini adalah sebagai Khalifah untuk menjalankan roda-roda kehidupan dipermukaan bumi ini, agar terjalin kehidupan yang berkesinambungan antara makhluk sang pencipta, maka disanalah muncul sifatullah (Kaji Sifat 20) yang melekat pada manusia yaitu sifat rahman dan rahiim, artinya manusia yang memiliki derajat dan kemulian diantara makhluk lainnya seperti Hewan,tumbuh-tumbuhan dan sebagainya yang ada di permukaan bumi ini.
Jika ini sudah tertata dengan baik maka terciptalah kedamaian dan kesejahteraan dipermukaan bumi ini. Maka dapat kita tarik kesimpulan :
1. Berjihad terhadap diri Sendiri untuk berjuaang dan berusaha hidup berdampingan secara damai serta penuh kasih dan sayang,maka berulah berjihad memperjuangkan Kerabat handai taulan sesuai dengan aturan yang berlaku.
2. Sebuah Negeri atau Bangsa tidak akan kacau bila sudah memahami defenisi agama itu sendiri.
3. Qalbu atau Hati yang suci dapat menjaga stabilitas keamanan sebuah negara atau bangsa jika memiliki hati/qalbu yang suci untuk menjalankan roda kehidupan pemerintahan baik itu ditingkat bawah maupun ditingkat atas.
4. Peradaban Manusia yang Mulia dan Suci sebagai Khalifah dipermukaan bumi jangan di kotori dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan dalam syariat dan Negara dalam berbangsa.
Next again.........

