Kamu Perlu Ikhlas Jika
Dalam Perjalanan Kehilangan Teman yang Tidak Lagi Sejalan
Awalnya kamu berpikir bahwa
teman yang ada di sisimu saat ini akan selalu mendampingimu hingga nanti. Tidak
akan ada yang bisa memisahkan kalian. Tapi seiring perjalanan kamu akan sadar
bahwa pertemanan tidak selamanya bisa berjalan mulus. Akan ada masa dimana
kalian fokus mengejar impian masing-masing, kehilangan frekuensi komunikasi,
hingga akhirnya tanpa sadar menjauh satu sama lain.
Kamu akan sadar bahwa
pertemanan butuh usaha dari kedua belah pihak. Dan dalam beberapa kasus, kalian
memang hanya ditakdirkan bertemu di persimpangan sebelum kembali melanjutkan
perjalanan.
Orang-orang Bisa Mencibirmu. Relakan Harga Dirimu Saat Mereka Menganggapmu
Tidak Akan Berhasil
Di awal jalan menuju
kesuksesan, kamu tidak punya apapun selain keyakinan bahwa hal yang kamu
lakukan akan berhasil suatu hari nanti. Tidak jarang, kamu akan dihadapkan pada
mereka yang merasa bahwa keyakinanmu itu salah.
Seperti Jack Ma dan Tadashi
Yanai, dua orang super sukses di bisnis mereka masing-masing yang juga sempat
diremehkan diawal membuka usaha kamu harus punya kegigihan untuk terus
bertahan. Sampai nanti kamu sukses, orang-orang itu akan terus mencibir
keputusanmu. Akan ada masa kamu harus memasang muka tebal dan merelakan harga
diri sebelum bisa membuktikan keberhasilan.
Waktumu Akan Tersita Untuk
Kerja. Kamu Perlu Ikhlas Mengkhidmati Hidup yang Sepi Tanpa Cinta di Dalamnya.
Waktu bagi kehidupan
pribadi akan berkurang dengan sangat drastis, saat kamu benar-benar fokus
mendedikasikan seluruh waktumu untuk usaha yang baru kamu rintis. Bisa jadi
kamu akan kehilangan kekasih yang sudah menjalin hubungan denganmu sekian lama
karena dia keberatan atas kesibukanmu, bisa juga kamu memang secara sadar
memilih untuk tidak berinvestasi hati dulu karena benar-benar nggak punya
waktu. Walau orang bilang
keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karir itu nomor satu, tapi kamu harus
mengakui bahwa menjalin hubungan romantis dan membangun karir di saat bersamaan
itu sangat sulit untuk dilakukan.
Dalam Beberapa Masa Kamu
Akan Bekerja Seperti Orang Gila. Jam Tidur dan Waktu Istirahat Harus Rela Kamu
Buang Sementara Ke Luar Jendela
Selain kemana-kemana
sendirian karena nggak ada pacar, kamu juga harus akrab pada kantung mata dan
lingkaran hitam. Yup, jam tidur normal juga harus kamu relakan saat sedang
meretas jalan menuju kesuksesan. Kalau biasanya bisa tidur 7 jam sehari,
sekarang tidur 3-4 jam saja sudah cukup untukmu. Dibanding digunakan untuk
tidur, waktu itu bisa kamu manfaatkan untuk mengembangkan usahamu.
Kamu juga akan menemukan
dirimu lebih sering bangun pagi demi bisa mempersiapkan harimu lebih baik.
Secara tidak sadar kamu akan menjadi penganut keyakinan bahwa tidur hanya untuk
mereka yang lemah. Dan demi mencapai kesuksesan, lemah tidak bisa jadi pilihan.
Investasi dan Pengembangan
Usaha Jadi Fokus Utama. Gaya Hidupmu Perlu Mengalah Sementara
Investasi dan membuka
bisnis sendiri jadi jalan paling ciamik kalau kamu benar-benar ingin jadi orang
sukses. Nah, demi mencapainya tentu kamu harus mengatur pengeluaranmu
sedemikian rupa.
Kamu akan mengikhlaskan anggaran untuk beli kopi mahal atau nongkrong di kafe demi bisa menggunakannya untuk investasi. Tidak ada lagi nonton bioskop di akhir pekan, kamu akan lebih memilih membeli tiket di hari kerja yang lebih murah. Usahamu masih membutuhkan suntikan dana, mau tidak mau kamu harus menahan keinginan untuk hedon demi bisa terus mengembangkan usaha.
Kamu akan mengikhlaskan anggaran untuk beli kopi mahal atau nongkrong di kafe demi bisa menggunakannya untuk investasi. Tidak ada lagi nonton bioskop di akhir pekan, kamu akan lebih memilih membeli tiket di hari kerja yang lebih murah. Usahamu masih membutuhkan suntikan dana, mau tidak mau kamu harus menahan keinginan untuk hedon demi bisa terus mengembangkan usaha.
Kekurangan Uang Jadi Hal Biasa. Untuk Beberapa Saat Pertama Keuntungan Finansial Tak Akan Langsung Datang Begitu Saja
Walau kamu super pintar
atau sangat bertalenta, tidak ada orang yang langsung mendapat penghargaan
besar di awal karirnya. Semua orang perlu merintis segalanya dari nol. Kamu
harus merelakan rasa gemas karena merasa tidak layak dihargai sekecil ini demi membuktikan
bahwa kamu layak dihargai lebih tinggi.
Begitu pula yang terjadi
ketika kamu memulai usaha sendiri. Kamu harus rela mendapat keuntungan paling
kecil, bahkan lebih kecil dari gaji karyawanmu demi membuat roda perusahaan
bisa terus berjalan. Di langkah pertama menuju kesuksesan keuntungan finansial
harus kamu relakan sepenuhnya.
Waktu Bersantai Dan
Bersenang-Senang Bersama Teman Akan Jadi Kemewahan. Seluruh Waktumu Akan Habis
Untuk Pekerjaan
Selain keuntungan
finansial, hubungan romantis dan jam tidur, waktu bersosialisasi dan bersantai
juga perlu kamu ikhlaskan. Tidak ada waktu yang bisa kamu “sia-siakan” untuk
berleha-leha atau jalan-jalan bareng teman. Seluruh waktumu sudah dihabiskan
demi pekerjaan. Jangankan meluangkan waktu untuk karaokean bareng teman, tidur
aja kamu harus pintar-pintar mencuri waktu.
Akhir pekan bukan lagi
jalan keluar bagi kepenatan kerja. Waktu ini justru kamu manfaatkan untuk fokus
membangun usaha yang baru kamu rintis. Jika dulu sepulang kantor kamu masih
bisa nongkrong bareng teman sekarang kamu akan memilih segera pulang dan
mendedikasikan waktu untuk menghubungi klien-klien bisnis toko buku online yang
baru kamu mulai.
Perlahan Kamu Belajar
Mengikhlaskan Gengsi. Penampilan Luar Tak Penting Lagi — Selama Kamu Bisa
Mewujudkan Mimpi
Saat teman-teman
seangkatanmu sudah bisa tampil mentereng dengan mobil baru, kamu masih bertahan
dengan kendaraan bututmu semasa kuliah. Gajimu sebagai karyawan habis untuk
membiayai usaha yang sedang kamu bangun. Jangankan untuk membayar DP dan
cicilan mobil, dana belanja pakaian dan ganti gadget saja
sudah terpangkas dengan signifikan.
Kamu akan belajar bahwa
setiap orang punya jalan sukses dan rejeki masing-masing. Kamu hanya bisa turut
berbahagia atas keberhasilan mereka sembari terus bekerja keras demi meraih
kesuksesanmu sendiri. Jika dulu gengsi dan penampilan luar adalah segalanya
bagimu, kini kamu tahu bahwa harga diri yang hakiki sesungguhnya datang dari
kerja keras.
Hatimu Perlu Lebih Besar,
Saat Orang-orang Terdekatmu Membandingkan Pencapaian
Tidak jarang orang tuamu
akan berkata, “Anaknya teman Mama aja udah bisa beli rumah, masak kamu belum
bisa?“. Atau, “Duuuh Bu X aja udah punya cucu loh. Kamu kapan mau
ngasih?”. Yup, dibandingkan dengan orang lain
akan sering kamu rasakan dan tak jarang hal ini bisa bikin gondok setengah
mati.
Tidak semua orang bisa
memahami prioritas yang sedang kamu jalani, bahkan orang tuamu sekalipun. Kamu
hanya bisa diam dan terus berusaha untuk melanjutkan jalan sukses yang sedang
berusaha kamu hilangkan ilalangnya yang mengganggu langkah. Satu-satunya hal
yang membuatmu terus berjuang adalah keyakinan bahwa apa yang sedang kamu
perjuangkan saat ini pasti bisa membawa hasil manis di kemudian hari.
Perjuangan Menuju Sukses
Selalu Sepaket Dengan Keikhlasan Menerima Kegagalan Diri. Di Titik Ini Kamu
Akan Diajari Untuk Banyak Introspeksi
Keberhasilan akan selalu
sepaket dengan kegagalan. Ketika kamu menghadapi kegagalan yang mengecewakan,
kamu akan belajar bahwa menyalahkan diri sendiri akan lebih bermanfaat
dibanding repot mencari kesalahan orang lain. Kamu akan merelakan egomu,
menerima kenyataan bahwa kegagalan tidak bisa dilepaskan dari kesalahanmu
sendiri.
Walau kesalahan datang dari
rekan kerja atau karyawanmu, meski kamu merasa bahwa andilmu lebih besar
membawa kesuksesan dibanding kegagalan, tapi kamu hanya punya kekuatan untuk
memperbaiki dirimu sendiri terlebih dahulu. Kegagalan akan kamu jadikan bahan
introspeksi untuk meningkatkan performa kedepan. Walau banyak yang harus
kamu relakan dalam menuju kesuksesan, tapi yakinlah bahwa semuanya akan menemui
akhir yang manis. Jika kamu memang sungguh-sunguh, semua hal yang sedang kamu
perjuangkan saat ini akan terwujud. Di akhir hari kamu akan sadar bahwa kerja
keras memang tidak pernah membuatmu jadi pecundang. (AW)

